Pemodelan Dan Simulasi Tugas 4 Oleh Panji Islami Anakku
Contoh
Devinisi Sistem
Sebagai contoh: Jika seseorang ingin
mempelajari sebuah bank, untuk menentukan jumlah kebutuhan teller untuk
menyediakan kecukupan pelayanan terhadap nasabah, sistem dapat
didefinisikan bagian yang konsisten dari bank untuk teller dan penantian
nasabah yang akan dilayani. Jika, dengan kata lain, staf loan/kredit dan
pengamanan kotak deposit dimasukkan, definisi sistem harus diperluas dengan
cara yang jelas. Kita mendefinisikan pernyataan sebuah sistem bahwa
pengumpulan variabel-variabel penting untuk menjelaskan sistem di waktu
tertentu, relatif pada objektivitas yang dipelajari. Dalam
pelayanan bank, contoh-contoh pada pernyataan variabel yang mungkin adalah
jumlah teller yang sibuk, jumlah nasabah dalam bank dan waktu kedatangan
masing-masing nasabah dalam bank.
Lingkungan Sistem
Sistem biasanya dipengaruhi oleh perubahan yang
terjadi di luar sistem. Perubahan ini terjadi di lingkungan sistem. Dalam
pemodelan sistem, perlu ditetapkan batas (boundary) antara sistem dan
lingkungannya. Contoh, pada studi memori cache menggunakan, kita harus menetapkan
dimana batas sistem. Batas ini dapat antara CPU dan cache, atau dapat memasukan
memori utama, disk, OS, kompilator, ataupun program-program aplikasi.
Komponen Sistem
•
Entitas
merupakan obyek dalam sistem. Contoh, customers pada suatu bank.
•
Atribut
merupakan suatu sifat dari suatu entitas. Contoh, pengecekan neraca rekening
customer.
•
Aktivitas
merepresentasikan suatu periode waktu dangan lama tertentu (speci…ed length).
Periode waktu sangat penting karena biasanya simulasi menyertakan besaran
waktu. Contoh deposito uang ke rekening pada waktu dan tanggal tertentu.
•
Keadaan
sistem dide…nisikan sebagai kumpulan varibel-variabel yang diperlukan untuk
menggambarkan sistem kapanpun, relatif terhadap obyektif dari studi. Contoh,
jumlah teller yang sibuk, jumlah customer yang menunggu dibaris antrian.
•
Peristiwa
didefinisikan sebagai kejadian sesaat yang dapat mengubah keadaan sistem.
Contoh, kedatangan customer, pejumlahan jumlah teller, keberangkatan customer.
Kategori Sistem
•
Sistim
Diskrit: variabel-variabel keadaan hanya berubah pada set titik waktu yang
diskrit.
–
Contoh: jumlah customer yang menunggu
diantrian
•
Sistem
Kontinyu: variabel-variabel berubah secara kontinyu menurut waktu.
– Contoh: arus listrik
HUBUNGAN SIMULASI, MODEL DAN SITEM
Simulasi adalah cara mempelajari Sistem dengan
menggunakan pemodelan.
Klasifikasi Model dalam Simulasi
•
Model
Simulasi Statik vs. Dinamik
•
Model
Simulasi Deterministik vs. Stokastik
•
Model
Simulasi Kontinyu vs. Diskrit
Model Simulasi Statik vs. Dinamik
•
Model
statik: representasi sistem pada waktu tertentu. Waktu tidak berperan di sini.
Contoh: model Monte Carlo.
•
Model
dinamik: merepresentasikan sistem dalam perubahannya terhadap waktu. Contoh:
sistem conveyor di pabrik.
Model Simulasi Deterministik vs. Stokastik
•
Model
deterministik: tidak memiliki komponen probabilistik (random).
•
Model
stokastik: memiliki komponen input random, dan menghasilkan output yang random
pula.
Model Simulasi Kontinyu vs. Diskrit
•
Model
kontinyu: status berubah secara kontinu terhadap waktu, mis. gerakan pesawat
terbang.
•
Model
diskrit: status berubah secara instan pada titik-titik waktu yang terpisah,
mis. jumlah customer di bank.
Simulasi Sistem Peristiwa Diskrit
•
Pemodelan
sistim dimana variabel keadaan berubah pada set waktu yang diskrit.
•
Metode:
numerik (bukan analitik)
–
Analitik: alasan deduktif secara matematis; akurat
–
Numerik: prosedur komputasional; aproksimasi
•
Model
simulasi di-run (bukan diselesaikan (solved)).
–
Observasi sistem riil, entitas, interaksi
–
Asumsi model
–
Pengumpulan data
– Analisis
dan estimasi kinerja sistem
Verifikasi dan Validasi Model Dalam Simulasi
•
Langkah
terpenting dalam studi simulasi: validasi
•
Validasi
bukan merupakan tugas tersendiri yang mengikuti pengembangan model, namun
merupakan satu kesatuan yang terintegrasi dalam pengembangan model.
•
Verifikasi:
-Apakah kita membangun model yang benar?
-
Apakah model diprogram secara benar (input parameters dan logical structure)?
•
Validasi:
–
Apakah model merupakan representasi akurat dari sistim riil?
–
Proses interatif dari pembandingan model terhadap sifat sistem aktual dan
memperbaiki model.
Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang dalam https://onlinelearning.uhamka.ac.id
Komentar
Posting Komentar